Jalan Buntu Konflik Arab-Israel Yang Tak Terelakan -->

Kategori Berita

Jalan Buntu Konflik Arab-Israel Yang Tak Terelakan

Friday 14 May 2021, May 14, 2021


Editor : Yerrydewa

Karawang - Suara Kita News.
Konflik yang terjadi antara Palestina- Israel mendapat tanggapan dari Erik M.  Sidebang S.IP a Ketua DPC Insan Muda Demokrat Indonesia ( IMDI ) Kabupaten Karawang.

Erik M. sidebang S.IP a mengatakan,"
Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel merupakan persilisihan yang memiliki karakteristik hubungan yang kompleks, pasalnya konflik yang terjadi dapat dikategorikan sebagai protracted social conflict, dimana secara garis besar konflik yang terjadi tidak hanya berada dalam level negara (states) tetapi telah mencapai level social community (grassroots).


" Lanjut, Hal tersebut dapat dilacak sejak awal aneksasi East Jerusalem oleh Israel dan menjadikannya sebagai Ibukota Israel, tetapi disisi lain Palestina juga tetap bersikeras dalam mendorong klaimnya sebagai Ibukota Palestina. Dalam konflik ini, Jerusalem sendiri bukan hanya sekedar wilayah starategis, tetapi lebih kepada wilayah yang memiliki signifikasi historis, budaya dan agama yang mendalam bagi Israel (Temple Mount) dan Palestina (Situs tempat suci ketiga Islam) sehingga narasi rasial dan etnis mengalir kental dalam konflik Israel dan Palestina. Jerusalem, khususnya Al Aqsa telah menjadi turning point dalam setiap konflik yang terjadi antara militer Israel dan komunitas Palestina, tetapi konflik yang terjadi pada tahun 2021 saat IDF melakukan pembubaran terhadap komunitas Palestina ketika komunitas sedang melakukan ibadah di Al Aqsa, menyebabkan bentrokan diantara keduanya, masih belum jelas apa yang melatar belakangi bentrokan tersebut tetapi hal tersebut telah menyebabkan penggunaan kekuatan militer oleh Militer Israel dan Kelompok Hamas, kedua pihak bertukar serangan udara yang telah menyebabkan korban jiwa. 


Duta Besar Palestina untuk United Kingdom, Mr. Husam Zomlot menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan IDF terhadap komunitas Palestina di Al Aqsa merupakan kampanye sistemis Israel dalam menciptakan “etnic cleansing” komunitas Palestina dari Jerusalem. Dalam sudut pandang sekuritisasi, Israel berupaya untuk menunjukan kepada komunitas internasional bahwa komunitas Palestina (Hamas) telah menjadi ancaman (terorisme) eksistensial terhadap keamanan nasional Israel, yaitu nilai-nilai budaya Yahudi, sehingga memunculkan urgensi untuk melakukan tindakan drastis (military force) dalam menangani ancaman tersebut. (**)

KAPOLSEK MAJALAYA

KAPOLSEK MAJALAYA

TerPopuler