Bupati Ngamuk Dengar Petugas Puskesmas-UGD di Solok Tidak Becus Bekerja. -->

Kategori Berita

Bupati Ngamuk Dengar Petugas Puskesmas-UGD di Solok Tidak Becus Bekerja.

Thursday 17 June 2021, June 17, 2021


By: Basril Basir 
Editor : Yerrydewa.

Depok-Suara Kita News
     Video Bupati Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar)  Epyardi Asda yang mengamuk dan marah- marah di Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas)  Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Solok, viral di media sosial (Medsos) 
     Apa gerangan yang membuat Bupati Solok  itu sampai marah- marah kepada para petugas  Puskesmas tersebut.
     Menurut informasi yang diperoleh  Suarakita, kemarahan Bupati itu berawal dari adanya laporan dari warga masyarakat tentang tindakan petugas di Puskesmas itu yang menolak memberikan pertolongan kepada seorang warga  korban kecelakaan yang terjadi di jalan raya di depan Puskesmas yang dibawa ke Puskesmas tersebut.
     Berdasarkan laporan warga itu, Bupati Epyardi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas  tersebut dan mendapati ruang Unit Gawat Darurat  (UGD) di Puskesmas itu dalam keadaan tertutup.
     Pimpinan Puskesmas beserta stafnya langsung dikumpulkan.
     Bupati kemudian marah- marah melihat kenyataan di Puskesmas tersebut, apalagi setelah dia melihat ruang UGD tutup.
     " Jadi kalau ada orang yang datang minta bantuan  atau berobat karena sakit, dibiarkan saja ya, karena ruang UGD tutup. Jadi dibiarkan saja warga itu mati," ujar  Bupati dengan nada kesal.
     Pihak Puskemas, menanggapi kemarahan Bupati itu menyerahkan lembaran surat. Ternyata surat itu berisi pernyataan bersama, staf dan pimpinan Puskesmas, yang menyatakan bahwa UGD tidak buka 24 jam melainkan hanya buka dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00 Wib.
     Pernyataan itulah yang  membuat emosi Bupati Epyardi makin meningkat dan berbicara dengan nada tinggi.
     " Apa- apaan kalian ini, kata Bupati. Di mana- mana di dunia ini yang namanya UGD itu buka 24 jam.
    " Jangankan  hari biasa, hari Sabtu- Minggupun harus ada. yang standby. Saya sudah bilang, minimal empat orang harus ada yang standby,_ ujar Epyardi yang tampak sangat kesal dengan apa yang terjadi di Puskemas
Tanjung Bingkung tersebut,    menggambarkan kinerja ASN  yang tidak beres.
     " Saya sudah panggil semua yang ada di Puskemas  dan saya undang seluruh SKPD (Sistem  Kerja Perangkat Daerah), Sekda, Asisten I dan II termasuk Kepala Dinas  Kesehatan (Kadinkes) .
    Untuk sementara semua pimpinan di Puskesmas tersebut termasuk Kepala Tata Usaha Puskesmas  serta seorang bidan yang menolak kehadiran pasien kecelakaan  di UGD dinonaktifkan.
     Bupati Epyardi mengaku, belum bisa memecat atau memberhentikan yang bersangkutan karena terkendala  aturan Komisi  Aparatur Sipil Negara (KASN) yang mengisyaratkan pergantian pejabat  baru bisa dilakukan setelah enam bulan  menjabat 
     Epyardi bersama John Firman Pandu baru dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Solok pada tanggal 26 April lalu. Sehingga baru bisa melakukan penggantian jabatan pada Oktober mendatang.(**).

KAPOLSEK MAJALAYA

KAPOLSEK MAJALAYA

TerPopuler